Sabtu, 09 Mei 2015

Me You and Our Hearts

Me, You and Our Hearts



                “ Selamat pagi dunia, selamat menjalani hari ini dengan ceriaaaa “ ucap Ranisya yang baru saja terbangun dari tidurnya. Tidak lama kemudian Jessica Veranda yang merupakan sahabat Ranisya dari ia lahir memanggilnya dari luar rumah pertanda waktunya mereka berangkat ke sekolah bersama. ‘’ Asallamualaikum, ichaaaa sekolahh yukkk” ucap Jessica. “iaa Ve sebentarr” tidak lama kemudian Ranisya keluar dari Bagasi rumahnya dengan menggunakan sepeda. “ayo ve cepet, kita nanti telat” “ ia ia chaa, ini gue udah cepet, mangkannya besok besok lo bangunnya gak usah tanggung tanggung, siang aja sekalian biar kita gausah sekolah daripada kek gini jadi dihukum, kan harusnya jug ague yang bilang gitu bukan lo”ucap ve. “maaf ve maaf, gue tau kok gue emang selalu kesiangan terus,  besok gue usahain gak telat lagi deh”.”ah percuma lo mah ngomong doang besok juga diulang lagi”.”gue usahain engga deh, jangan marah ya, nanti gue traktur siomay dikantin deh sepuasnya” kata ranisya. “oke gue gamarah kok, ayo gercep genjot sepedanya chaa”.”iya iay ve”
Setibanya disekolah, benar sekali apa yang mereka bayangan. Untuk kesekian kalinya lagi-lagi ia telat tapi telat kali ini berbeda dengan telat telat sebelumnya. Karena di telat kali ini Ranisya bertemu dengan seseorang yang sangat tampan. Setelah diselidiki ia ternyata Rangga kelas XI IPA II. Ia murid pindahan. Sejak saat itulah Ranisya menyukai orang itu. Ranisya sangat ingin sekali kenal dengan Rangga, dan keinginan nya pun terwujud karena ternyata Ve kenal dengan Rangga. Rangga adalah sepupu Ve yang baru pulang dari Singapore.  Ve mengenalkan Ranisya dengan Rangga dengan cara yang wajar tidak dibuat buat, dengan senatural mungkin akhirnya Rangga pun mengenal Ranisya. Sejak saat itu mereka mulai menjalin sebuah pertemanan, tapi apa daya ternyata rangga sudah memiliki seorang pacar. Pupus sudah harapan Ranisya untuk mendapatkan Rangga. Dan akhirnya ranisya pun berhenti berjuang untuk mendapatkan rangga walau dihatinya ia masih ada rasa untuk rangga tapi ranisya tidak ingin merusak kebahagiaan di hidup rangga. Menurutnya biarlah ia yang merasakan sakit itu sendiri. Sampai suatu hari Ranisya dekat dengan sahabat rangga, namanya Dava. Dava itu orang yang hampir sepurna, ia ganteng, putih, tinggi, pintar, multitalent, suaranya bagus, romantis, ia pun merupakan seorang anak dari pengusaha yang cukup terkenal. Sejak kedekatannya dengan Ranisya ternyata Dava menyukai Ranisya diam diam, ia tidak bernai mengungkapkannya Karena dava tahu bahwa Ranisya masih mempunyai rasa sama rangga. Tapi dava tetap berjuang untuk mendapatkan hati Ranisya, dengan sikapnya yang perhatian, tulus, dan romantisnya yang suka dia pake buat menghibur Ranisya kalau ia lagi sedih karena Rangga. Rangga selalu curhat sama Ranisya tentang dia dan pacarnya tanpa tahu apa yang Ranisya rasakan saat mendengarkan cerita nya. Ranisya tidak peduli dengan apa yang ia rasakan yang ia peduli hanyalah ia bisa selalu dekat dengan rangga sampai suatu saat nanti rangga bisa sadar bahawa ranisya lah orang yang benar benar sayang dan cinta sama rangga. Rangga sayang banget sama pacarnya sampai sampai saat mereka putus karena pacar rangga lebih memilih orang lain, rangga sangat terpuruk, hidupnya seakan hampa. Tidak ada lagi tawa riang yang menghiasi hidupnya kecuali ranisya yang selalu membuatnya merasakan keindahan hidup. Ranisya menyadarkan rangga bahwa hidup itu harus terus dijalani dan bahagia itu sederhana gak harus sesuai dengan apa yang kita inginkan, ranisya selalu bilang bahwa masih banyak orang orang yang sayang sama rangga, seperti dia. Semenjak itu rangga sadar bahwa ranisya sangat mencintainya sampai sampai ia berani untuk menyatakan perasaanya kepada rangga di hadapan teman teman rangga termasuk dava. Mulai saat itu rangga dan ranisya pacaran, ia melakukan semua hal-hal bahagia sebagaimana orang orang pacaran lainnya, mereka nonton, makan, dinner, dan masih banyak lagi kebahagian yang telah Ranisya ciptakan untuk Rangga. Namun kebahagiaan ranisya itu hancur ketika mantan pacar rangga yang meninggalkannya itu kembali lagi, ia meminta maaf kepda rangga dan minta balikan, karena rangga masih sangat mencintai dia, rangga menerima ia kembali tanpa sepengetahuan ranisya. Sikap rangga kepada ranisya mulai berubah, seketika rangga menjadi seseorang yang dingin, cuek dan tidak peduli sama sekali kepada ranisya. Ranisya sangat bingung apayang terjadi dengan rangga sampai akhirnya ranisya meminta bantuan Ve untuk menemani nya mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan rangga. Akhirnya v dan ranisya pun mengikuti rangga mulai dari rumah, ketempat futsal, sampai akhirnya ia beerkunjung ke sebuah rumah dan ternyata itu adalah rumah mantan pacarnya rangga, ve dan ranisya upun terus mengkkuti rangga. Sampai akhirnya ranisya mengetahui semuanya kalu ternyata rangga udah balikan lagi sama mantannya disaat rangga masih pacaran dengan ranisya. Hati ranisya sangat hancur berkeping-keping mengetahui semua itu, ranisya selalu berteriak teriak di pantai dan menangis dikamar saat malam. Namun ranisya beruntung karena ia punya dava yang selalu menemaninya saat senang maupun sedih, dava selalu melakukan hal hal aneh yang dapat membuat ranisya tertawa bahagia melupakan semua masalahnya, bagi dava kebahagiaan ranisya adalah yang terpenting dan utama dari kebahagian dirinya. Hampir setiap malam dava menelfon ranisnya untuk menghiburnya agar ia tidak menangis lag. Sampai suatu malam. Dava menghubungi ranisya lewat skype agar mereka bisa saling melihat wajah mereka masing masing, saat itu dava sedang memegang gitar dan ranisnya bertanya ke dava untuk apa gitar itu, lalu dengan tulusnya dava menjawab “gue mau nyanyi lah cha”. “Ohh mau nyanyi, mau jelek atau bagus suara lo juga gapapa tetep gue dengerin va , yaudah nyanyi cepet” dava lalu mulai memetik gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.

Aku suka dia ...
Tapi ku tak tahu untuk bilang kepadanya..
Jika aku suka jatuh cinta kepadanya..
Dia cinta yang pertama, dia yang bisa membuat aku ...
Merasa deg deg kan berdebar di dada..
Diam saat mengingatnya…
Bulan tolong katakan… 
Bintang bantu bisikan… 
Kepada dirinya kalau aku mau jadi kekasihnya…
Aku yakin diriku.. 
Nanti pasti membuatnya.. 
Suka kepadaku.. 
Cinta kepadaku.. 
Dan kita akan jadian..
Bulan tolong katakan… 
Bintang bantu bisikan… 
Kepada dirinya kalau aku mau jadi kekasihnya…

                
“widihhhh keren juga ya lo kalau lagi nyanyi sambil main gitar gitu, cool banget hahaha, hati gue jadi nyess nyesss wkwk” kata ranisya setelah dava selesai bernyanyi. Lalu dava berkata “ lo tau gak kenapa gue nyanyi lagu itu? Gue tuh lagi suka sma orang, gue sayang banget sama dia tapi sayang dia malah sukanya sama sahabat gue, tapi gue yakin gue bisa ngedpaetin hatinya mangkannya gue nyanyiin lagu ini, karena ini gue banget Haha”setelah dava selesai curhat, ranisya izin buat tidur duluan dan akhirnya mereka pun selesai videocall. Ranisya langsung berfikir, kenapa ya pas dava bilang dia lagi suka sama cewek hati gue aneh gitu kayak sakit, tapi kok bisa sakit? Jangan jangan gue suka sama dava lagi.tapi cewek yang dava suka itu siapa ya, apa gue? Soalnya kan dia kayaknya Cuma lagi deket sama gue. Ah tau ah udah gue gamau mikir yang aneh aneh entar malah kecewa lagi gue. *katanya dalamhati. Dan beberapa hari kemudian dava nembak ranisya dengan cara yang romantis. Waktu itu lagi ada acara pensi di sekolah. Disana dia udah nyiapin rencana buat nembak ranisya, dava juga meminta bantuan kepada temen temen nya ranisya termasuk Ve. Sebelumnya dava udah bilang sama ranisya kalau dava bakal tampi dipensi dan ranisya wajib nonton dia. Waktu dava tampil, dava bilang kalau lagu ini dia persembahin buat orang yang sangat dia sayang yaitu ranisya. Dava accoustikan bareng temennya nyanyiin lagunya petra sihombing yang mine, waktu pertengahan lagu dava nyamperin ranisya terus bawa ranisya ke atas panggung. Pas dava udah selesai nyanyi, dava bilang ke ranisya di panggung itu, dava bilang “cha sebenernya dari dulu aku suka sama kamu, dari sebelum kamu jadian sama rangga, semakin lama perasaan itu bukannya hilang tapi malah semakin bertambah, aku malah makin sayang sama kamu, aku sayang sama kamu apa adanya diri kamu, aku gak peduli sama semua kekurangan yang ada diri kamu, yang aku peduli Cuma kamu, bagi aku semua kekurangan kamu itu adalah kesempurnaaan buat aku, aku akan selalu ada buat kamu disaat apapun itu karena aku sayang sama kamu itu karena Allah. Cha will you be mine? Disaat yang sama teman teman ranisya memakai baju berhuruf abjad yang membentuk sebuah kata I LOVE YOU, semua penonton mengeluarkan bunga mawar merah dan memegang sebuah balon, lalu Ranisya menjawab I’ll always want to be yours” dan terbanglah balon balon yang dilepaskan oleh penonton dan ada satu ikat balon yang diterbangkan dengan membawa spanduk yang bertuliskan Ranisya Love Dava. Semenjak itu hari hari mereka sangat bahagia, setiap jam detik menitnya mereka lalui dengan penuh warna. Canda tawa dan bahagia selalu mengukir hidup mereka, dan semua masalah selalu mereka selesaikan dengan kepala yang dingin dan sangat dewasa serta romantis. Namun disaat itu rangga kembali lagi di khianatin oleh pacarnya itu. Ia sadar bahwa ranisya lah yang terbaik untuknya. Rangga ingin kembali lagi kepada Ranisya, ia menyesal atas semua yang telah ia lakukan, rangga ingin sekali hubungannya dengan ranisya kembali seperti dulu lagi tapi ada daya ranisya menolaknya, ranisya bilang ia sudah bahagia dengan dava.

Kamis, 08 Januari 2015

Dear Deary

Assalamualikum Wr. Wb
Aw aw aw hay, di kesempatan kali ini gue baru sempet nulis blog lagi. Entahlah apa yang mau gue tulis dan ceritain di blog ini. Tapi mungkin tentang kisah kehidupan gue selama akhir-akhir ini. Tentang kisah- kisah gue ditempat PKL ataupun tentang cerita lainnya yang mungkin aja kalian gak mau denger. Ya tapi gue mau sharing disini tentang apa yang terjadi dihidup gue yang mungkin belum bisa menjadi seseru hidup Sisi Digo ataupun Naila Tristan.
Dear deary,
                Hari-hari gue setelah gue PKL itu rasanya sepi banget apalagi di tambah gak ada orang yang gue kenal disana ada satu orang yang gue kenal namanya Novi Yanti, dia anak yang asik sangat asik bahkan dia seseorang yang lucu tapi engga buat 4 orang lainnya yang masuk di dalam kelompok gue PKL. Awalnya sih gue gak srek sama mereka semua entah kenapa, mungkin karena kita satu sama lain belum kenal, dan kalau diliat dari tampang mereka semua itu jutek jutek gila tapi mungkin itu karena aku belum kenal mereka semua. Sampe akhirnya gue buka hati gue buat temenan sama mereka, dan seperti apa yang gue bilang tadi ternyata mereka jutek diawal kalau udah kenal gila ternyata mereka anaknya asik parah, bahkan kita jadi klop gitu. Sampe- sampe saking asiknya 3 bulan pkl itu gak kerasa, hampir setiap hari kita bercanda sama karyawan-karyawan PT disana, kita ngasih tebak-tebakan buat mereka begitupun sebaliknya, hari – hari kita disana dijalanin dengan bahagia tanpa kita sadari waktu pun berlalu dengan sangat amat cepat sehingga membuat kita semua harus dipisahkan ciyaelah karena semua ini pun sudah menjadi keputusan kita, untuk mencari tempat pkl yang lebih baik lagi dari yang sekarang. Dan akhirnya pun kita berpisah, kelompok kita terpecah belah bagaikan semangka jatuh lalu hancur berkeping-keping *lebaydah.
Kita berpisah, aku dan satu temanku pindah ke sebuah PT kantor deket rumah kami, 2 lainnya pindah ke tempat pkl dekat rumah mereka, satu orang pindah ke tempat pkl dekat rumahku, dan satu lagi pindah ke tempat pkl dekat rumahnya. Dan akhirnya kit berhasil menemukan tempat pkl yang sangat jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun di tempat pkl baruku, aku sangat merasa kesepian tanpa diiringi lagi canda tawa seperti dulu, hari-hari di tempat baruku pun terasa sangat amat membosankan. Rasanya ingin cepat selesai, tapi ada satu orang kaka yang tidak boleh di sebutkan namanya yang sangat asik diajak ngobrol membuat kami agak betah disana. Kaka itu lumayan ganteng, berkacamata, baik, ya kalau menurut gue termasuk kedalam kriteria cowok kece*ciyatciyatciat dan ternyata kaka itu anak band, makin tambah kece. Kita suka ketemu kaka itu kalau kita mau sholat di Musholla. Sampai akhrnya hari hari disana pun berlalu dengan terasa sangat membosankan. Dan saat kita selesai pkl disan rasanya sangat sangat senang. Setelah aku dan temanku selesai pkl disana, AW AW HAYYYYYY ternyata sekolah ku yang sangat amat aku cintai *lebaylagi, mengadakn sebuah perjusami (semaca camping) yang bawaanya LUAR BIASA BANGET PARAHNYA KARENA ITU BANYAK NYA GAK MAIN MAIN, gue gak pengen ikut sebenernya tapi karena diancam gak akan mendapat nilai PKL akhirnya pun gue HANI MARDIATI memutuskan untuk mengikutinya *sebenernyamalesgila, karena apa? Karena mereka ngambilnya waktu waktu untuk kita istirahat yaitu hari Jum’at Sabtu Minggu gimana anak anak gak pada kesel dan hampir semuanya gak pada mau ikut, coba ja diadakannya hari senin-rabu ya insyaallah tidak ada penolakan. Dan gilanya lagi katanya kita bakalan diving di kali, bayangin apa yang bakal kita lihat? Bukan terumbu karang melainkan sesuatu yang yaitulah pokoknya *astagfirullahalzim, ya gue cuma bisa berdoa semoga aja acaranya nanti lancar, dan seru. Buat divingnya juga ya semoga aja itu seru dan unik karena kita divingnya di kali wkwk *katanya.

Btw udah dulu ya gue sharingnya, kapan-kapan insyaallah kalau ada waktu gue sharing lagi atu engga bikin cerpen. Sebelum gue pamit undur diri, gue mau knta maaf kalau ada kata-kata gue yang salah di sharing gue kali ini. WELL TO THE WELL WELL WELL, kalau gitu gue pamit undur diri ya karena masih banyak lagi kegiatan yang harus gue lakuin contohnya kaya nonton tv atau engga main getrich, BYE! J